Gambaran Hidup Michael Schumacher
| Home | Nomor Satu | Tifosi Monza | Bolakaki | Fiat 500 | Foto Jody Sheckter | Sepotong Keju Swiss | Celengan Piggy | Tongkat Kruk | Satu Set Bidak Catur | Kecelakaan Spa '96 | Sampanye | Spaghetti | Jean Todt, Direktur Sport Ferarri | Flavio Briatore, mantan bosnya di Benetton | Helm Ayrton Senna | Daun Semanggi Berhelai Empat | Contact Me
Tifosi Monza

Tifosi Monza.jpg

Sembilan belas sembilan enam, 1998 dan 2000, Michael menyebut sederetan angka mirip kombinasi kunci atau kode rahasia. Monza, dan kemenangan saya di sana. Publik Monza luarbiasa.
Ia berhenti sejenak. Seperti kehabisan kata-kata. Juan Manuel Fangio pernah berucap bahwa kemenangan di Monza berarti dua kali dibandingkan lainnya. Itu benar, sambut Michael. Seperti Monaco. Hanya, Monza memiliki arti besar karena identitas kebangsaan Ferarri.
Apakah dukungan penonton di sana menambah kekuatan bagu Schumi? Ketika menyetir, Anda sendirian dan tak sempat memperhatikan penonton. Bahaya! jawabnya.
Namun, begitu keluar dari mobil, Anda melihat betapa banyak orang yang datang untuk melihat Anda. Mereka yang tergila-gila akan Ferarri dan balapan. Itu mendorong Anda. Memberi motivasi. Saat latihan pun, saya sering membayangkan para tifosi. Mereka memberi kekuatan. Pemberi semangat ekstra.
Sisi lainnya? Anda diekspos habis-habisan. Tiap orang memperhatikan anda. Pressure-nya gila-gilaan. Semua orang ingin sesuatu dari saya. Kecintaan mereka kadang terlalu jauh.